Tiba-tiba

Semua telah dirancang Allah. Entah mengapa sore itu saya bawaannya pengen aja membalas tulisan teman saya. tanpa tau mengapa karena iseng dan ingin yasudah, saya tulis. Lalu adzan Isya, dan rasanya letih sekali, sayapun tidur. tiba-tiba bangun ingin belajar di grup Transformasi Menulis. Dengan kondisi baru bangun tidur saya dapati obrolan di grup seperti di bawah ini…ckckckckckkckckck something,

Serasa kebakaran jenggot padahal gak punya jenggot… apa boleh buat.. seadanya saja…

[5/23, 7:37 PM] TM Mba Astri: Assalamualaikum wr wb
[5/23, 7:37 PM] TM Mba Astri: Selamat Malam Pak Dudi, Bunda Mutya, mba Miyosi dan Sahabat BTrans Be a Transformer grup WA Transformasi Menulis.
[5/23, 7:38 PM] TM Mba Astri: Malam hari ini ada sharing dari mba Azi yaa??
[5/23, 7:38 PM] ?+886 975 472***?: ????
[5/23, 7:38 PM] ?+886 975 472 ***?: Selamat malam Mbak Astri, selamat malam semua. ??
[5/23, 7:39 PM] pak dudi: Waalaikumsalam
[5/23, 7:39 PM] pak dudi: Siap
[5/23, 7:40 PM] ?+62 822-2170-5***?: Nyimaaaak
[5/23, 7:40 PM] TM Ad’ha: Wa’alaikumsalam wr wb
[5/23, 7:40 PM] TM Ad’ha: Siap juga ??
[5/23, 8:41 PM] azi: Assalamualaikum wr wb
[5/23, 8:42 PM] azi: Selamat Malam Pak Dudi, Bunda Mutya, mba Miyosi, mba Astri, dan Sahabat BTrans Be a Transformer grup WA Transformasi Menulis.
[5/23, 8:42 PM] TM Mba Astri: waalaikumsalam wr wb
[5/23, 8:47 PM] azi: Alhamdulillah, terimakasih untuk semuanya, buat mba Miyosi yang sudah share jadwal, dan mba Astri yang sudah mengingatkan, juga Pak Dudi yang sudah menjebloskan saya ke grup yang luar biasa ini, dan semoga kita semua yang ada di sini benar-benar menjadi penulis yang bermanfaat. Aamiin. maaf kalau saya hadir sangat terlambat, karena sebelumnya memang belum tau. Ternyata sudah di jadwal dan saya gagal fokus, hehe.
[5/23, 8:50 PM] azi: di malam yang indah ini, hehe, yang suasananya dingin-dingin empuk (khususnya Bekasi)saya mau coba berbagi tentang kebiasaan yang suka saya lakukan kalau sedang iseng. dari pada gimana-gimana biasanya saya biasa melakukan satu hal ini, dan hal ini sejak dulu, sejak saya mulai menginjak bangku D3, sekitar tahun 2010
[5/23, 8:51 PM] TM Ad’ha: Wa’alaikumsalam wr wb
[5/23, 8:51 PM] ?+62 822-2170-5*** waalaikumsalam wr wb
[5/23, 8:51 PM] TM Ad’ha: ???? nyimak mbak
[5/23, 8:52 PM] azi: Tentang inspirasi sebenarnya, seperti yang sudah pernah di share oleh pemateri kita mba Miyosi kalau kita sedang mentok, maka kita butuh ketenangan hehe
[5/23, 8:52 PM] TM Ad’ha: *jempol
[5/23, 8:52 PM] azi: saya punya satu kebiasaan kalau saya sedang mentok, saya jalan-jalan.
[5/23, 8:52 PM] azi: maksudnya jalan-jalan disini adalah jalan-jalan ke karyanya orang lain.
[5/23, 8:53 PM] ?+62 822-2170-5***?: Ini nulis apa pidato ya????keren mb azi *jempol
[5/23, 8:53 PM] azi: saya sih menyebutnya dengan teknik membuat tulisan dari tulisan.
[5/23, 8:53 PM] ?+62 822-2170-5***?: Ok..lanjuuut
[5/23, 8:53 PM] azi: potato lebih enak kayaknya mba Yanti hihihihi
[5/23, 8:54 PM] TM Mba Astri: menyimaaak
[5/23, 8:55 PM] azi: jadi saya jalan ke tulisan orang-orang, lalu saya baca sekali, selanjutnya saya balas tulisannya per paragraf, hehe.. bisa tentang sesuatu yang searah dengan tulisan tersebut atau tentang sesuatu yang kita tak sejalan.
[5/23, 8:55 PM] azi: bisa jadi si penulis naik kereta saya naik bis, jadinya dia lewat rel saya lewat jalan raya hehe
[5/23, 8:55 PM] azi: #gagalfokus
[5/23, 8:56 PM] azi: jadi begitu sih kurang lebih
[5/23, 8:56 PM] azi: dan alhamdulillah pas banget tadi sore saya baru membuat tulisan dari tulisan
[5/23, 8:56 PM] azi: ada teman saya sharing karyanya
[5/23, 8:57 PM] ?+62 822-2170-***
[5/23, 8:57 PM] azi: dari pada saya balas, wah mantap Gan tulisannya keren… ????
[5/23, 8:58 PM] ?+62 857-1641-6***
[5/23, 8:58 PM] azi: saya berpikir lebih baik kalau saya apresiasi tulisannya dengan menulis lagi, karena ketika kita mampu menulis dari tulisan seseorang, menurut saya orang pertama yang menulis tersebut telah menginspirasi kita, dan mungkin tanpa ia sadari bahwa secara tidak langsung ia telah menjadi inspirator bagi kita
[5/23, 8:59 PM] azi: simplenya ini kayak jaman SD dulu,
[5/23, 9:00 PM] azi: siapa yang pernah dapat surat cinta? hahahaha
[5/23, 9:00 PM] azi: Jaman dulu kan belum ada hp hp an, jadi mainnya surat-suratan…
[5/23, 9:01 PM] ?+62 857-1641-6***?: Saya pernah kasih surat cinta mba tp d.tolak
[5/23, 9:01 PM] azi: anak SD jaman saya sudah pandai bikin surat, dan menurut saya surat cinta itu sebuah karya, yang apresiatornya adalah si penerima
[5/23, 9:01 PM] azi: mungkin nanti mas Fabiyan bisa Share suratnya kalau masih ingat
[5/23, 9:02 PM] azi: karna biasanya dalam surat cinta jaman dulu ada yang rajin bikin puisi atau pantun
[5/23, 9:03 PM] ?+62 857-1641-6***?: Berarti jaman kita sama mba ..oke lanjut ceritanya
[5/23, 9:03 PM] azi: ohiya teknik membuat tulisan dari tulisan ini bisa juga dipakai untuk membalas puisi atau karya apapun itu hehe, awalnya dulu saya suka puisi, saya suka balas puisi2 orang, ada yang update puisi di status saya coment dengan balasan puisi saya bertemakan yang sama dengan org itu meski daya tidak kenal orangnya.
[5/23, 9:03 PM] azi: nah trus
[5/23, 9:04 PM] azi: skrg saya mau share tulisan yang tadi sore saya baca
[5/23, 9:04 PM] azi: lalu saya balas
[5/23, 9:04 PM] azi: sebentar, tak copy dlu
[5/23, 9:04 PM] azi: soalnya ada yang share tulisan di BBM…trus saya balas…
[5/23, 9:05 PM] azi: sebelum saya share
[5/23, 9:05 PM] azi: ada baiknya kita menghargai penulisnya dulu
[5/23, 9:06 PM] azi: ini penulisnya namanya Pak tedyan Syah, pengusaha sekaligus motivator juga
[5/23, 9:06 PM] azi: kalau ada yang suka manjat gunung dan mendaki pohon mungkin, bisa beli peralatan sama beliau, itu bisnisnya juga menyediakan perjalanan umroh.
[5/23, 9:06 PM] azi: latar belakangnya iyu
[5/23, 9:06 PM] azi: itu*
[5/23, 9:07 PM] azi: ini tulisannya
[5/23, 9:07 PM] azi: Tulisan terbaru Saya untuk temani ngopi sore Sahabat…

Mau Lulus Ujian Hidup.. Yuuk Hadapi Masalah

Hidup adalah sebuah seni. Apakah sahabat setuju dengan kalimat tersebut? Buat saya, ya, hidup adalah sebuah seni. Dalam melalui titian waktu dibutuhkan sebuah kumpulan pengalaman, kreativitas serta pelajaran yang banyak agar setiap episode hidup yang kita lakukan memberikan warna-warni yang menawan.

Memang tidak selamanya setiap episode waktu yang kita jalani memberikan rasa senang, bahagia bahkan selalu dalam kondisi suka, tetapi bisa dibilang selalu terjadi perpaduan yang kompleks antara suka dan duka, senang dan sedih, bahagia dan sengsara. Justru dengan silih bergantinya kondisi emosi yang kita rasakan tersebut semakin membuat kita bersyukur bahwa yang Maha Kuasa masih memberikan kehidupan yang luar biasa untuk bisa kita jalankan.

Begitu juga dengan yang namanya masalah. Setiap kita yang secara fitrah sebagai manusia, pasti dipertemukan dengan masalah. Betapa tidak, semenjak kita lahir sampai kita seusia sekarang ini pasti kita sudah melalui berbagai macam masalah. Sudah ribuan masalah kita hadapi yang justru malah membuat kita menjadi manusia-manusia kuat seperti sekarang ini.

Selengkapnya di >> bit.ly/1RjOZAy
[5/23, 9:07 PM] azi: balasan saya yang sedang iseng
[5/23, 9:07 PM] azi: Saya sedang isengggg dan ingin membuat tulisan dari tulisan. Jelas setiap orang ingin lulus dari ujian kehidupan. Namun sedikit sekali yang berani menghadapi masalah. Mungkin atas hal inilah sebuah tulisan karya Aa Syah ini terangkai dengan tajuk singkat :Mau Lulus Ujian Hidup.. Yuuk Hadapi Masalah”. Hidup adalah sebuah seni, ya.. benar, bisa dikatakan seperti itu ketika ujian kehidupan yang berlangsung adalah sebuah ujian yang menuntut skill seni dalam menghadapi ujian kehidupan. Saya setuju. Apakah mata pelajaran yang akan diuji nanti hanya kesenian? tanya saya kembali :). Terlepas dari semua mata pelajaran kehidupan, tentang seni adalah hal yang memang menarik untuk dibahas. bagaikan episode adalah sebuah kanvas, lalu warna adalah sebuah masalah kehidupan. ketika masalah yang datang tidak disentuh dengan seni yang piaway maka warna tersebut akan menjadi masalah yang berarti pada sebuah kanvas. bagaikan percikan yang tak berarti mungkin atau goresan yang tak patut diluluskan sebagai seniman kehidupan. Oleh karena itu memang benar ujar Aa kita yang satu itu bahwa di butuhkan seni untuk menghadapi masalah. Seperti halnya seniman yang berseni ketika menggoreskan warna-warni pada sebuah media lukis. sehingga hasil yang di dapat maksimal dan kita berhak lulus dari zona ujian tersebut. ************** Kata yang dimulai dengan “Memang”, memang lebih menarik bila dibahas dengan “Memang” juga. Memang tak selamanya seniman mengekspresikan sebuah keindahan pada lukisannya diatas kanvas kehidupan. Terkadang karya seni yang dihasilkan adalah sebuah ekspresi dari rasa yang terdiri dari beberapa rasa. kembali lagi kepada seninya. Ketika seseorang bisa menyenikan sebuah hal yang tidak baik menurutnya tentu hasilnya akan lebih baik daripada apa yang menjadi hal menurutnya selama ini. Banyak kita temui sebuah kisah yang mungkin sedih bahkan tragis dibalik sebuah karya besar seseorang. Namun sebagian besar hasilnya memberikan apresiasi yang sangat membanggakan dan wajib disyukuri.
[5/23, 9:08 PM] azi: paragraf terakhir. Namanya pelukis, kalau tanpa warna mau apa? setiap seniman khususnya pelukis pasti selalu bermain dengan warna. Bagaikan kanvas dan warna, tanpa warna apalah arti sebuah kanvas? Begitu juga kehidupan, tanpa masalah apalah arti sebuah kehidupan. Bahkan motivator-motivator sering mengatakan, “kalau tidak mau mendapatkan masalah maka jangan hidup”. Lalu biasanya langsung disambung “Bahkan setelah matipun ada masalah yang lebih besar, bahkan matipun tak terlepas dari masalah”. Warna yang tersentuh senilah yang membuat sebuah karya seni menjadi indah dan berarti. Masalah dalam hidup inilah yang menjadikan hidup penuh makna dan warna, sehingga bagi siapa-siapa saja yang memaknainya akan mengerti bahwa “Aku ada hingga saat ini, hingga ajal menjemput karena masalah yang telah menopang kedua kaki ku untuk tetap tegap melangkah”. Salam Karya -SNA-
[5/23, 9:08 PM] azi: balasannya lebih panjaaang
[5/23, 9:09 PM] azi: berliku liku ga jelas sebenernya
[5/23, 9:09 PM] azi: asal nulis
[5/23, 9:09 PM] azi: tapi dengan sebuah inspirasi
[5/23, 9:09 PM] azi: lumayan kalau sedang nulis novel
[5/23, 9:09 PM] azi: buat tambah tambah halaman hehehehe
[5/23, 9:13 PM] azi: mungkin ini yang bisa saya sampaikan… mohon maaf masih banyak sekali kekurangan-kekurangan, kalau tidak karena satu kata “Belajar” mungkin saya tidak bersedia mengisi malam ini, krna saya rasa masih banyak teman2 yang kompeten… apalagi pemateri-pemateri kita yang hebat. Karena ini adalah sebuah kesempatan untuk belajar, makanya saya coba hehe ??… tetap semangat teman2! Saya kembalikan ke moderator
[5/23, 9:13 PM] TM Ad’ha: Hehehe
[5/23, 9:13 PM] TM Ad’ha: Nyimak terus mbak azi
[5/23, 9:16 PM] azi: sampun mba
[5/23, 9:16 PM] azi: sampun selesei
[5/23, 9:17 PM] TM Ad’ha:
[5/23, 9:17 PM] TM Ad’ha: Terimakasih materi nya mba azi
[5/23, 9:19 PM] azi: sama-sama mba, mohon maaf klo bnyk kurangnya
[5/23, 9:19 PM] TM Mba Astri: Terima Kasih mba Azi
[5/23, 9:20 PM] ?+62 822-2170-5***?: Bagus mb azi
[5/23, 9:22 PM] ?+62 857-8018-3***

Advertisements

Termodinamika Malam

Bekasi panas, bekasi panas, bekasi panas.

panasnya hebat, gerahnya renyah, suhunya merajalela.

apapun hubungannya itu, meski tak ada atau ada yang penting judulnya rindu sama bapak.

Dulu pas kelas berapa SD gitu, inget sebuah kejadian.

ada guru namanya bu Fa…. masuk ke kelas, nyebutin nama. Siti Nur Azizah, ikut porseni di KM 01. ternyata ikut lomba bola voli. service bola di lahan sendiri saja cuma sampai setengah bagaimana mau melewati net? wkwkwkw aduhai putri solo yangsatu ini.  Siti Nur Azizah cadangan. Kesimpulan yang indah bukan teman?

Ada yang lebih indah. ketika itu pemain utama tidak bisa bermain lagi, entah kenapa. lalu saya dipanggil karena cadangan, sebanyak banyaknya mengover bola hanya 1 kali yang melewati net lawan.

pas pulang, waktu itu sudah sore sekitar jam 3 atau jam 4. Seketika saat pompong (Kendaraan Air Khas Pulau Burung)ingin merapat ke bibir daratan,dan saya berdiri di teras pompong, dari jauh terlihat bapak saya senyum-senyum sambil mengangkat jempolnya sambil tergambar kata yang terucap dari bibirnya berulang kali “HEBAT”, “ANAK BAPAK HEBAT”

pas sudah turun,

“gimana nak lombanya”

“iin kan cadangan pak”

“gak apa-apa”

“tapi iin main sekali”

“wiih hebat anak bapak”

Cinta mu kepadaku tak pernah ku wakilkan dengan luasnya lautan, atau lautan ditambah daratan. Cinta mu kepadaku tak pernah ku wakilkan dengan air terjun yang tak henti meluncur. Cinta mu kepadaku tak pernah ku wakilkan denganhembusan angin yang tak pernah berhenti bertiup, karena anakmu yakin bahwa ciintamu kepadaku melebihi itu semua…

salam sayang dari anak bapak yang sudah dewasa

yang selalu sayang dengan bapak

yang selalu mencintai bapak

-iin-

putri kecilmu dulu…

Lalu

Lalu sering digunakan untuk berbagai bentuk pernyaaan, dan bahkan teman sayapun ada yang bernama Lalu. Unik sekali dan mungkin menarik untuk dibahas.

Pertama lalu dapat digunakan untuk mengindikasikan bahwa sebuah pernyataan yang dinyatakan berlangsung dimasalalu, seperti “Sepuluh tahun yang lalu”, atau sesuatu yang sudah lewat, “baru saja berlalu” sama saja dengan yang pertama.

kemudian lalu dapat dipakai untuk mempertanyakan suatu hal, atau bagai mana ini kedepannya atau masa yang akan datang, seperti “Lalu bagai mana” atau “Lalu?” alias dalam artian lain “Terus?”

Lalu pun dapat menjadi sebuah kata kerja, liat saja ini ” Aku tiba disini melalui rintangan yang hebat”

Bila yang ingin saya bahas adalah tentang memori yang ingin di tata, maka kali ini saya ingin membahas tentang lalu, yang digunakan untuk masa lalu.

masa laluku, masa lalu mu, masa lalu kalian, dan mungkin masa lalu kita. Setiap orang memiliki masa lalu yang terlalu kreatif untuk digambarkan. karna masalalu kita terjadi bukan karena rencana-rencana yang telah kita rencanakan, namun ini semua terjadi atas kuasa Allah yng pengasih lagi penyayang, segala puji bagi Allah…. Allahumma shalli ‘alaa Muhammad wa ‘ala ali Muhammad..

indahkah? tragiskah? atau biasa saja semua itu adalah yang terbaik. Indah bila kita bersyukur, berterimakasih kepada perancang masa lalu kita. Semua terjadi tidak sia-sia, tentu ada hikmahnya. hal ini mungkin terdengar biasa dan rata, namun bagi mereka-mereka yang mampu memaknai tentu hal ini sangat berarti bagi diri tentang masalalu

Tak banyak orang yang mampu mengingat baik perihal spesifik tentang masa lalunya. masalalu kadang menjadi indah saat ini padahal diwaktu yang tlah lalu hal itu merupakan hal yang sangat kita tak harapkan kehadirannya.

sejauh apa kau ingat masa lalu mu teman?

ceritakanlah masalalu terdauhmu yang kau ingat 🙂

dahulu, yang saya ingat, saya belum sekolah di taman kanak-kanak, mungkin usia saya saat itu 2,5 atau 3 tahun, saya mengenakan baju berwarna hijau muda bermotif polkadot, rok berwarna Navy dengan aksen garis-garis dibawahnya, menggunakan sepatu kain yang juga berwarna navy, saat itu entah saya ingin pergi kemana yang pasti rambut saya dikepang dua oleh mamak saya. yang saya ingat kalau rambut saya sedang di kepang dua dan serpihan bedak tabur cap Spalding sedikit mengimbas dipipi saya itu tandanya mamak sedang mau ajak jalan-jalan. saat itu saya di gendong paman, paman saya masih SMP saat itu tapi saya tidak tahu persis kelas berapa, maklum saja, soalnya ini masa lalu. ada beberapa hal yang sangat saya takuti ketika saya kecil dulu, benar satunya yaitu tahi kambing. bukan salah satu hahaha, karna ini adalah kebenaran bahwa saya takut tahi kambing. setting lokasi yang saya ingat disana ada beberapa kambing, tidak ingat persis berapa ekor. disebelah sisi kiri kambing ada balok kayu besar bekas pohon tumbang tempat biasa saya bermain, tepat disisi kanannya ada kambing, dan di sisi kiri kambing tersebut ada balok kayu yang besar,,, lalu?

Lalu, entah kapan kambing itu membuang butiran-butiran hitam itu… karena paman saya masih SMP mungkin dan berjiwa iseng saat itu mungkin, dilepasnya lah saya di tengah-tengah hamparan kismis berbau itu, dan akhirnya tak lain dan tak bukan yang saya lakukan hanya menangis. Menangis sejadi-jadinya, entah jadi apa. Bedak yang tadi tersebar rapih dipipi mungkin sekarang sudah menjadi aliran sungai, dan lalu apa yang saya lakukan? saya tidak mampu berbuat apa-apa, karna memang saya takut, saya hanya bisa diam bukan seribu bahasa tapi diam seribu langkah, karena mulut saya tidak bisa diam dan terus menangis pada saat itu, Lalu bapak dan mamak saya datang membawa kamera yang pada zaman dulu terkenal dengan sebutan tustel, entah bagaimana tulisan sebenarnya hehe, saya langsung di gendong paman dan “cekrek”. beberapa minggu kemudian filmnya dicuci dan foto sayapun jadi dengan ukuran 2 R, terdisplay wajah cengeng saya yang sedang di gendong paman.

Hal yang pada masa lalu mungkin sederhana, tapi sangat berkesan saat ini. Alhamdulillah memiliki orang tua yang rajin mengabadikan momen, hingga mungkin masa lalu terjauh yang mampu saya ingat adalah cerita sederhana ini hanya dengan secarik gambar itu namun cukup membantu menggambar ulang sejarahnya. mari kita cari lagi masa lalu terjauh kita karna akan menjadi kenangan yang indah 🙂 selamat mengobrak abrik album foto…

-Salam Memori-

SNA

———-0000000000———-

 

Hanya satu

Hanya 1 yang ku ingin saat ini..

Aku Hanya ingin sendiri untuk saat ini…

Tanpa ada 1 hal apapun di hati…sendiri saja

Aku tak mau ada hati lain yang peduli kepada hati ini

Kecuali hati mereka terbaik yang mengisi

Aku ingin sendiri  tanpa ada  hati yang lain di hati ini…

Aku mohon biarkan aku berjalan sendiri bersama rahmat-Nya

Rahmat yang maha kuasa

Aku tak ingin hati ini mencintai siapa-siapa selain Dia

Aku mohon tinggalkan aku bersama-Nya dan bersama mereka

Aku ingin merasakan indahnya kebebasan nurani yang tak terikat

Dengan ikatan selemah apapun ikatan itu

Jika tak bisa melepaskan ikatan itu untuk ku,

Ingatlah semua akan menjadi keajaiban

Jika diri percaya

Apabila Allah telah menyuratkan kita bersama

Kita pasti bersama

Jangan ragukan Maha AgungNya

Biarkanlah aku kembali seperti aku yang dulu

Ikhlaskan ku seperti yang dulu

 Tanpa ada siapapun di hati ini

Siapapun dari mu yang merasakannya ku mohon

Mengertilah

Sebagai hadiah terindah yang pernah kau beri…

Dan aku akan menerimanya dengan berjuta terimakasih…

 

 

Idul Fitri di Bumi Lancang Kuning

“Kalau nahkoda, kalau nahkoda tidaklah paham hai tidak lah paham, alamatlah kapal, alamatlah kapal akan tenggelam. alamatlah kapal, alamatlah kapal akan tenggelam, lancang kuning berlayar malam, lancang kuning berlayar malam.”

“Bumi lancang kuning menyimpan berjuta kisah, berjuta hikayat, berjuta syair melayu, berjuta nasihat dipadu, sebagai kekayaan buminya, kekayaan sastranya yang menjadi pusaka warisan pemuda tunas bangsa tumpah darah bumi lancang kuning. bakti pemuda pengukir sejarah negeri, tiada sirna, mati satu tumbuh seribu, takkan melayu hilang di bumi.”

Akhirnya pemuda itu pun berada dimasa-masa akhir studi Aliyahnya. Heidar Bahari namanya, biasanya dipanggil Ari dan kadang karna keisengan temannya, ia dipanggil Burex. Entah apa sebabnya ada julukan-julukan unik disana. Disana adalah tempat dimana para santri tanpa santriwati alias pesantren modern khsusus ikhwan yang berlokasi tepat di (alamat menyusul).

kala itu, akhir tahun hijriyahpun menjelang, Ramadhan yang merupakan bulan kesembilan dalam penanggalan Islam merupakan bulan yang  hari-harinya amat-teramat dinanti. Menanti limpahan kebaikan dan limpahan pahala di bulan yang istimewa memang sudah menjadi hobi tahunan pemuda yang satu ini. Bahkan di penghujung malamnya tak telat Ari menghabiskan waktu untuk beribadah kepada Allah, demi bertemu dengan laila dambaan jiwa, yang tak lain adalah malam lailatul qadar yang telah disiratkan Allah bahwa malam itu adalah malam yang mulia, malam kemuliaan, malam diturunkannya Al-Qur’an, malam yang lebih baik dari seribu bulan,  dimana dimalam tersebut turun malaikat jibril dan malaikat yang lain dengan izin Allah menyelesaikan berbagai urusan, malam itu benar-benar sejahtera, salam, dan damai, hingga terbitnya sang fajar di ufuk timur. Malam yang indah.

hari masih temaram, matahari masih malu seperti orang yang baru berkenalan, belum berani menatap bumi untuk berbincang. Setelah menyelesaikan sholat subuh dan menyelesaikan tilawahnya, Ari bersama temannya wahyu menikmati segarnya udara pagi di teras masjid, hitung-hitung menunggu tradisi yang biasa dilakukan para santri di pagi hari yaitu mandi pagi. Wahyu adalah sahabat karib Ari, wahyu punya panggilan spesial sendiri untuk Ari yaitu “Baha”. Sebenarnya Baha adalah Bahar, hanya saja dengan logat melayu kata “Bahar” terdengar seperti “Baha”. Saat itu hari jum’at, di pesantren hari jum’at adalah hari libur, dan kegiatan merekapun tak terlalu hectic. perbincangan dengan logat khas melayu kentalpun dimulai

“baha”

“ape yu”

“tak terase ye, raye dah dekat”

“iye, dikau sedap kat sini dekat dengan mak bapak engkau, kalau engkau jadi aku, biselah kau rasekan macamhane rase berat betol rindu dengan keluarge, apelagi dengan mamak aku, aku rindu betol lah rasenye dengan teri main bola”

“alamak ade pulak namenye teri main bola? ape bende tu”

“tak pernah kau makan yu?”

“entah pernah entah idak, yang pasti kawan baru denga ini”

“teri main bola tu jenis makanan yang sering jugak kau makan, teri main bola tu sambal ikan teri kacang goreng, teros disambal”

“alamak kalau bende tu aku sering makan, itu kan menu andalan kat pesantren ini”

“tapi awak tak tau yu, macemana rase die kalau mak aku yang bikin, rase macam nak terbang, sedap betol”

“haa… dah tu kapan rencane miike balek ke pulau burung?”

“hari minggu ni macamnye, dah libur jugak kan kite?”

“iye, bagilah aku bantu dikau kemas barang, aku jugak nak nitip lempuk durian untuk oleh-oleh keluarge kau kat Pulau Burung”

“iye, besok aku bekemas, tak banyak do aku bawak baju yu, lepas raye aku balek lagi ke pesantren”

Pulau burung adalah kampug halaman Ari, ia menghabiskan masa kecilnya sejak ia lahir hingga kelas 6 SD disana.

Jika Cinta Adalah Iterasi

“jika cinta adalah iterasi, maka satu kali adalah jawaban seorang engineer”

Sebagai engineer yang amatir, saya ingin berbagi tentang apa itu iterasi. Iterasi adalah pengulangan sebuah percobaan perhitungan untuk mendapatkan hasil yang di inginkan. misalkan kita ingin mencari sebuah jawaban, dimana jawaban yang kita ingini adalah angka satu misalnya, maka dengan rumus yang ada, kita lakukan teknik coba-coba memasukkan angka yang sekira nya tepat, ternyata kelebihan, lalu kita kurangi ternyata terlalu kurang dan kita menentukan angka tersebut ditengah-tengah rentang angka yang telah dicoba sebelumnya, dan ini dinamakan kita telah mengulangi 2 kali pengulangan hitungan atau dua kali iterasi. sering sekali dalam iterasi hasil yang di dapat adalah tak terhingga. dengan artian bahwa tiada susunan atau jenis angka beserta komanya yang mampu mendapatkan hasil yang di inginkan dengan cara tersebut. apabila ditilas balik hal ini sering terjadi karena penggunaan formula atau bahasa anak SMAnya “rumus” yang kurang tepat. dalam perjalannannya, formula yang tepat biasanya ditemukan dan sangat jarang menghasilkan angka yang tepat 1. Biasanya hasil yang di dapat berupa angka engineer yang bunyinya MINIMAL 5 angka dibelakang koma. dan hasilnya ternyata over dosis dari angka engineer, biasanya 0,9999999999999987635646728737 atauu 1,00000000000000012211345216.

Itulah ilmu matematis. Dosen Matematika saya berkata bahwa “Tak ada yang pasti bagi manusia. Yang pasti hanya milik Allah, semua hanya pendekatan” selama saya SD hingga menginjak bangku Diploma, saya masih melegalkan kata “ilmu matematika adalah ilmu pasti” 1+1=pasti 2 atau pasti 4/2 atau bentuk seni matematis lainnya yang ujung-ujungnya menghasilkan angka 2 yang nilainya memang 2, terdiri dari 1 dan satu atau 0,5 yang ada 4 kali atau 0,25 yang ada 8 kali.

hal ini mengantarkan saya pada pendapat seorang ustadz di tempat mengaji saya yang indah yang memang disana adalah potongan taman syurganya Allah yang dinaungi ribuan malaikat insyaAllah, wallahu’alam. Ustadz itu berkata “matematika yang lama ketinggalan zaman, 1+1=2, padahal 1+1=tak ada yang tahu, tak ada yang dapat memastikan. ayah 1, ibu 1, sama dengan? ada yang punya anak 3, ada yang punya anak 12, ada yang punya anak 4, ada yang tidak punya anak, jadi tidak ada yang bisa memastikan selain Allah” kurang lebih seperti itu.

dan banyangkan teman, ilmu yang ketinggalan zaman saja telah menghantarkan kita pada zaman secanggih dan semodern ini sehingga banyak urusan yang dipermudah, ilmu adalah karunia Allah, nikmat Allah yang benar-benar wajib disyukuri.  Wajar bila tak ada yang mampu menghitung nikmat Allah yang tak terhingga. Karena diri ini hanyalah manusia yang fakir ilmu yang selalu butuh pertolongan Allah, yang tiada apa-apa tanpa Allah.

Lalu bagaimana dengan Cinta?

“Manusia sudah menjadi fitrahnya, rasa cinta tentulah ada di jiwa”

sebait lagu dari Eranada Nasyid Acapella, yang secara tegas menyatakah bahwa memang dan tentu cinta sudah menjadi fitrahnya manusia karena Allah telah menganugerahkan sebuah rasa itu kepada setiap hambanya sebagai karunia yang nyata. Setiap orang memiliki cara mencintai dengan formulanya masing-masing. seperti iterasi, dengan caranya itu akan menghasilkan jenis cinta seperti apa yang di inginkan. Sering sekali formula yang dimiliki kurang tepat sehingga hasil yang di ingikan tidak sesuai atau mungkin bahkan sebagian besar tidak mengetahui hasil seperti apa yang benar-benar ingin dicari, hasil seperti apa yang benar-benar dibutuhkan, hasil seperti apa yang seharusnya di iterasi. sering sekali dalam ribuan iterasi makna cinta yang sebenarnya tak bisa didapatkan karena seperti halnya iterasi, cara adalah sebab utama mengapa hasil yang dii inginkan tidak didapat. solusinya adalah mencari cara yang benar. Mencari cara mencitai dengan sebenar-benarnya cara.

Apakah cinta benar-benar buta? atau apakah cinta terlalu dekat sehingga pandangan kita terhalang olehnya? atau apakah jiwa nurani ini yang tertutup hingga tak mampu melihat cahaya cinta? cinta cinta cinta dan cinta “berjuta tulisan kata takkan mampu mengartikan cinta” .

Cara yang benar dalam mencintai harus diperjuangkan, karena bila cara yang benar sudah ditemukan tak perlu lagi ada ribuan iterasi dalam pencarian cinta seperti yang dilakukan pujangga yang mencari cinta dengan berjuta frasa dalam prosanya. Atau bahkan seperti arjuna yang mencari cinta dengan ribuan busur panahnya.

jika cinta adalah iterasi maka satu kali adalah jawabannya. Tak perlu melakukan banyak iterasi, hanya sekali saja saat kita mengetahui bila jawabannya adalah Allah. Mengiterasi taqwa dengan cinta menghantarkan kita pada cinta yang hakiki, pada Allah semata.

Siti Nur Azizah

 

IMG_20121208_9.png

Siti Nur Azizah

Azizah adalah seorang wanita yang digariskan Tuhannya menjadi seorang putri yang berdarah Solo dan Madura. Dilahirkan oleh bundanya di Bumi lancang kuning, tepatnya disebuah pelosok negeri yang unik yaitu Pulau Burung, Inderagiri Hilir, Riau. itu aku, Azizah. Siti Nur Azizah Arma Trija Kesuma (Siti Nur Azizah Arek Madura Putri Jawa Kelahiran Sumatra).

Studi yang dihabiskan di tiga belahan pulau indonesia yang kaya ini mengantarkan Azi pada sebuah perjalanan pendidikan yang indah, mengahabiskan waktu bersama guru-gurunya yang tersayang, di Taman Kanak-kanak Cempaka Pulau Burung dan Taman Kanak-kanak Karya di kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah. Ceritanyapun menghantarkannya pada kembalinya Azi ke Pulau burung, menghabiskan masa SD dan SMP di sana, hingga akhirnya tersentuhlah telapak kakinya di tanah betawi, tanah ibu kota yang dulunya Sunda Kelapa, sekarang DKI jakarta. Azi hadir sebagai anak baru kala itu di SMAN 100 Jakarta bermodal nilai UN yang pas-pasan 24,65.

Katanya di planet masih banyak lahan kosong, untuk selalu di jakarta terlalu sesak, karena menumpang dengan saudara, akhirnya ikut pindah ke kota patriot, Bekasi. Entah ada apa dengan Jakarta, sampai akhirnya kuliahpun terseleksi melalui jalur PMDK masuk sekolah tinggi negeri dibawah naungan kementerian kesehatan, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jakarta II. karena Azi tidak suka pelajaran matematika dipilihnya jurusan Analisa Farmasi dan Makanan yang tidak ada mata kuliah matematikanya, yang tak pernah tergambar dibenak sebelumnya, dan ternyata lebih parah dari matematika. Lelah kuliah, kerja setahun lalu melanjutkan mempelajari ilmu di Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta dengan jurusan yang sama sekali tak dicintainya “TEKNIK KIMIA”, dan itulah cinta, cinta hadir tak diduga, cinta hadir ketika diri mampu menerima, diterimanya Teknik kimia itu dengan sepenuh jiwa dan di serahkan pada Rabbnya hingga pada akhirnyapun Azi jatuh cinta dengan sebongkah ilmu itu “TEKNIK KIMIA”. Saat ini Azi masih berharap namanya bisa bertambah panjang, St. Nur Azizah Arek Madura Putri Jawa Kelahiran Sumatra, ChemEng (St. Nur Azizah Arek Madura Putri Jawa Kelahiran Sumatra, Chemical Engineer) …… mohon doanya